Bahaya Internet : Mental
INTERNET memang sangat dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari.
Untuk hal pekerjaan atau berinteraksi dengan teman lama, nyatanya internet
justru menjadi sesuatu yang tidak bisa terpisahkan.
Jika penggunaannya secara wajar sangat efektif, namun bagaimana jika penggunaannya berlebihan. Bukan hanya berakibat buruk di kantong, namun kebiasaan seperti itu juga menimbulkan masalah, salah satunya kesehatan mental. Internet use disorder merupakan salah satu masalah kesehatan mental yang terjadi karena kecanduan internet. Meski demikian, para ilmuwan merasa masih perlu melakukan studi tambahan untuk membuktikannya.
Penelitian terbaru yang dilakukan oleh ilmuwan di AS menunjukkan bahwa orang dengan kecanduan internet mengalami perubahan pada otak mereka.Dikatakan peneliti, hal tersebut berdampak pada hubungan antara sel-sel dan daerah di otak yang mengontrol pengolahan emosi.
Jika penggunaannya secara wajar sangat efektif, namun bagaimana jika penggunaannya berlebihan. Bukan hanya berakibat buruk di kantong, namun kebiasaan seperti itu juga menimbulkan masalah, salah satunya kesehatan mental. Internet use disorder merupakan salah satu masalah kesehatan mental yang terjadi karena kecanduan internet. Meski demikian, para ilmuwan merasa masih perlu melakukan studi tambahan untuk membuktikannya.
Penelitian terbaru yang dilakukan oleh ilmuwan di AS menunjukkan bahwa orang dengan kecanduan internet mengalami perubahan pada otak mereka.Dikatakan peneliti, hal tersebut berdampak pada hubungan antara sel-sel dan daerah di otak yang mengontrol pengolahan emosi.
Para ilmuwan menemukan tanda-tanda atrofi materi abu-abu di otak pengguna
internet berat yang semakin memburuk dari waktu ke waktu. Hal ini bisa
mempengaruhi konsentrasi dan memori serta kemampuan remaja untuk membuat
keputusan dan tujuan.
Selain itu, hal ini juga bisa mengurangi sifat menahan diri yang akhirnya
membuat remaja berperilaku ‘tak pantas’. Peneliti melakukan pindai otak magnetic
resonance imaging (MRI) pada 18 mahasiswa usia 19 yang menghabiskan 8-13
jam sehari bermain game online dalam enam hari sepekan.
Setelah menjawab delapan pertanyaan mengenai apakah mereka telah mencoba
berhenti menggunakan komputer dan apakah mereka membohongi keluarga mengenai
jumlah waktu yang dihabiskan untuk online, mahasiswa ini diklasifikasikan
sebagai pecandu internet.
Para peneliti membandingkan kelompok ini dengan kelompok kontrol yang
terdiri dari 18 mahasiswa yang menghabiskan kurang dari dua jam sehari untuk
internet. Satu set gambar MRI fokus pada materi abu-abu di permukaan keriput
otak, atau korteks, tempat pengolahan memori, emosi, ucapan, penglihatan,
pendengaran dan kontrol motor terjadi.
Setelah mendapat materi abu-abu antara kedua kelompok ini, peneliti pun
mulai meneliti atrofi di daerah kecil pada otak semua pecandu online ini. Hasil
pindai menunjukkan, makin lama kecanduan internet berlanjut, kerusakan yang
terjadi ‘lebih serius’.
Selain itu, para peneliti juga menemukan adanya perubahan dalam jaringan
otak yang disebut sebagai materi putih melalui daerah dimana pesan lewat antar
daerah berbeda di materi abu-abu dalam sistem saraf.
Peneliti mengatakan, “Kelainan struktural ini mungkin terkait gangguan
fungsional dalam kontrol kognitif”. Selain itu, peneliti mengatakan, kelainan
ini bisa membuat remaja lebih ‘mudah tergantung pada internet’.
“Hal ini merupakan konsekuensi IAD (gangguan kecanduan internet),” ujar
peneliti. Hasil studi ini menunjukkan, kecanduan internet dalam jangka panjang
bisa mengakibatkan perubahan struktural otak, lanjutnya.
Hasil studi yang diterbitkan di jurnal PLoS ONE ini dilakukan para
ahli saraf dan ahli radiologi di universitas dan rumah sakit di China, tempat
24 juta pemuda mengalami kecanduan internet.
Dr Aric Sigman, peneliti dari Royal Society of Medicine, menggambarkan hasil
studi China ini sebagai ‘jam weker’. “Cukup memalukan bahwa warga kita butuh
foto otak menyusut terlebih dahulu untuk mengambil tindakan serius pada asumsi
masuk akal berada di depan layar selama berjam-jam tidak baik untuk kesehatan
anak”.
Profesor farmakologi Baroness Greenfield di Oxford University menggambarkan
hasil studi ini sebagai ‘sangat mengejutkan’. “Hasil studi ini menunjukkan
adanya hubungan yang sangat jelas antara berapa lama anak-anak muda ini
kecanduan internet dengan perubahan di otak mereka”.
Eksperimen dan investasi lebih banyak diperlukan untuk
melakukan studi pada hal semacam ini. Sebelumnya, ahli syaraf memperingatkan
adanya hubungan antara anak-anak yang memiliki rentang perhatian kurang dengan
penggunaan computer serta situs jejaring sosial.
Jika
Anda salah satu di antaranya, jangan terlalu khawatir. Peneliti menyebutkan
bahwa kecanduan internet bisa diobati dengan beberapa cara.
Beberapa studi telah menemukan bahwa terapi perilaku kognitif merupakan metode yang efektif untuk mengobati kecanduan internet. Model psikoterapi merupakan salah satu cara untuk mengajarkan orang bagaimana cara menggantikan pemikiran yang merusak dan pola perilaku yang mengganggu kesehatan mereka.
Beberapa studi telah menemukan bahwa terapi perilaku kognitif merupakan metode yang efektif untuk mengobati kecanduan internet. Model psikoterapi merupakan salah satu cara untuk mengajarkan orang bagaimana cara menggantikan pemikiran yang merusak dan pola perilaku yang mengganggu kesehatan mereka.
Sebagai informasi, Psikoterapi adalah usaha penyembuhan untuk masalah yang berkaitan dengan pikiran, perasaan dan perilaku.
Dalam sesi Psikoterapi, Anda akan diajak membahas dan menganalisa hambatan psikologis yang ada dalam diri Anda, kemudian mencari pemecahannya dengan cara menerapkan metode psikoterapi yang paling cocok.
Referensi


No comments: