Bahaya Internet : Mental

INTERNET memang sangat dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari. Untuk hal pekerjaan atau berinteraksi dengan teman lama, nyatanya internet justru menjadi sesuatu yang tidak bisa terpisahkan.

Jika penggunaannya secara wajar sangat efektif, namun bagaimana jika penggunaannya berlebihan. Bukan hanya berakibat buruk di kantong, namun kebiasaan seperti itu juga menimbulkan masalah, salah satunya kesehatan mental. Internet use disorder merupakan salah satu masalah kesehatan mental yang terjadi karena kecanduan internet. Meski demikian, para ilmuwan merasa masih perlu melakukan studi tambahan untuk membuktikannya.

Penelitian terbaru yang dilakukan oleh ilmuwan di AS menunjukkan bahwa orang dengan kecanduan internet mengalami perubahan pada otak mereka.Dikatakan peneliti, hal tersebut berdampak pada hubungan antara sel-sel dan daerah di otak yang mengontrol pengolahan emosi.

Para ilmuwan menemukan tanda-tanda atrofi materi abu-abu di otak pengguna internet berat yang semakin memburuk dari waktu ke waktu. Hal ini bisa mempengaruhi konsentrasi dan memori serta kemampuan remaja untuk membuat keputusan dan tujuan.

Selain itu, hal ini juga bisa mengurangi sifat menahan diri yang akhirnya membuat remaja berperilaku ‘tak pantas’. Peneliti melakukan pindai otak magnetic resonance imaging (MRI) pada 18 mahasiswa usia 19 yang menghabiskan 8-13 jam sehari bermain game online dalam enam hari sepekan.

Setelah menjawab delapan pertanyaan mengenai apakah mereka telah mencoba berhenti menggunakan komputer dan apakah mereka membohongi keluarga mengenai jumlah waktu yang dihabiskan untuk online, mahasiswa ini diklasifikasikan sebagai pecandu internet.

Para peneliti membandingkan kelompok ini dengan kelompok kontrol yang terdiri dari 18 mahasiswa yang menghabiskan kurang dari dua jam sehari untuk internet. Satu set gambar MRI fokus pada materi abu-abu di permukaan keriput otak, atau korteks, tempat pengolahan memori, emosi, ucapan, penglihatan, pendengaran dan kontrol motor terjadi.

Setelah mendapat materi abu-abu antara kedua kelompok ini, peneliti pun mulai meneliti atrofi di daerah kecil pada otak semua pecandu online ini. Hasil pindai menunjukkan, makin lama kecanduan internet berlanjut, kerusakan yang terjadi ‘lebih serius’.

Selain itu, para peneliti juga menemukan adanya perubahan dalam jaringan otak yang disebut sebagai materi putih melalui daerah dimana pesan lewat antar daerah berbeda di materi abu-abu dalam sistem saraf.

Peneliti mengatakan, “Kelainan struktural ini mungkin terkait gangguan fungsional dalam kontrol kognitif”. Selain itu, peneliti mengatakan, kelainan ini bisa membuat remaja lebih ‘mudah tergantung pada internet’.

“Hal ini merupakan konsekuensi IAD (gangguan kecanduan internet),” ujar peneliti. Hasil studi ini menunjukkan, kecanduan internet dalam jangka panjang bisa mengakibatkan perubahan struktural otak, lanjutnya.

Hasil studi yang diterbitkan di jurnal PLoS ONE ini dilakukan para ahli saraf dan ahli radiologi di universitas dan rumah sakit di China, tempat 24 juta pemuda mengalami kecanduan internet.

Dr Aric Sigman, peneliti dari Royal Society of Medicine, menggambarkan hasil studi China ini sebagai ‘jam weker’. “Cukup memalukan bahwa warga kita butuh foto otak menyusut terlebih dahulu untuk mengambil tindakan serius pada asumsi masuk akal berada di depan layar selama berjam-jam tidak baik untuk kesehatan anak”.

Profesor farmakologi Baroness Greenfield di Oxford University menggambarkan hasil studi ini sebagai ‘sangat mengejutkan’. “Hasil studi ini menunjukkan adanya hubungan yang sangat jelas antara berapa lama anak-anak muda ini kecanduan internet dengan perubahan di otak mereka”.

Eksperimen dan investasi lebih banyak diperlukan untuk melakukan studi pada hal semacam ini. Sebelumnya, ahli syaraf memperingatkan adanya hubungan antara anak-anak yang memiliki rentang perhatian kurang dengan penggunaan computer serta situs jejaring sosial.
Jika Anda salah satu di antaranya, jangan terlalu khawatir. Peneliti menyebutkan bahwa kecanduan internet bisa diobati dengan beberapa cara.

Beberapa studi telah menemukan bahwa terapi perilaku kognitif merupakan metode yang efektif untuk mengobati kecanduan internet. Model psikoterapi merupakan salah satu cara untuk mengajarkan orang bagaimana cara menggantikan pemikiran yang merusak dan pola perilaku yang mengganggu kesehatan mereka.

Sebagai informasi, Psikoterapi adalah usaha penyembuhan untuk masalah yang berkaitan dengan pikiran, perasaan dan perilaku.

Dalam sesi Psikoterapi, Anda akan diajak membahas dan menganalisa hambatan psikologis yang ada dalam diri Anda, kemudian mencari pemecahannya dengan cara menerapkan metode psikoterapi yang paling cocok.

Referensi


No comments:

Powered by Blogger.